LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN : “Sifat Resistensi dan Pertumbuhan Bacillus cereus dan Bacillus thuringiensis terhadap logam merkuri (Hg) dan Krom (Cr)”
LAPORAN
PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
LINGKUNGAN
“Sifat
Resistensi dan Pertumbuhan Bacillus cereus
dan Bacillus thuringiensis terhadap
logam merkuri (Hg) dan Krom (Cr)”

Disusun
Oleh
Hilyadi
Edstiv Bagayo H1041131009
Jurusan
Biologi
Fakultas
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas
Tanjungpura
Pontianak
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mikroorganisme yang berada di sekitar
kita bermacam-macam ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi makhluk
hidup, khususnya pada manusia.Mikroorganisme misalnya bakteri ada yang bersifat
patogen dan non patogen.Bakteri patogen adalah bakteri yang dapat menyebabkan
penyakit tertentu, sedangkan bakteri non patogen adalah bakteri yang tidak
menyebabkan penyakit.Adanya bakteri patogen membuat peneliti mulai
mengembangkan pengetahuan mengenai resistensi suatu bakteri dan menemukan zat
antimikrobia yang kemudian memudahkan manusia untuk mengendalikan pertumbuhan
suatu bakteri (Novillia, 2008).
Peningkatan aktivitas
industri menyebabkan masalah
polusi lingkungan
semakin tidak terkendali dan salah
satu pencemaran ekosistem
adalah akumulasi polutan
seperti logam berat (Tirado
et al., 2012).
Logam berat dihasilkan
dari buangan berbagai
macam industry seperti elektroplating, tekstil,
baterai, pupuk, manufaktur
plastik dan pertambangan.
Logam berat bersifat persisten
di di lingkungan
karena tidak dapat
didegradasi. Polusi logam
berat merupakan masalah yang sangat penting karena efek toksik dan dapat
terakumulasi melalui rantai
makanan, menimbulkan masalah
ekologi dan kesehatan
lingkungan yang serius (Ozdemir et al., 2009) Namun disisi
lain beberapa logam berat tidak memiliki peran secara biologis dan berbahaya pada konsentrasi
yang sangat rendah,
logam tersebut antara
lain Hg, Cd dan
Pb (Gil et
al., 2007).
Bacillus
adalah bakteri yang melimpah di alam, dapat diisolasi dari udara, tanah, air
tawar atau asin, baik di lingkungan normal ataupun ekstrim seperti tercemar
logam berat (Kim et al., 2011; Nevado et al., 2010). Genera Bacillus memiliki beberapa manfaat
diantaranya untuk produksi enzim, antibiotik, pelarut, dan insektisida alami
pada tanaman (Ouattara et al., 2011; Wu et al., 2006). Sebaliknya, ada juga Bacillus yang bersifat patogen bagi
manusia dan hewan yaitu B. anthracis (Abee et al., 2011). Kemampuan
Bacillus yang beragam salah satunya
resisten logam berat dapat dikembangkan lebih lanjut untuk tujuan bioremediasi
namun perlu diketahui terlebih dahulu bagaimanakah resistensi anggota genera Bacillus terhadap logam berat Hg, dan Cr.
1.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan diatas
maka didapatkan rumusan masalah pada percobaan kali ini adalah sebagai berikut:
a.
Apakah logam berat (Hg dan Cr) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
kemampuan hidup B.
cereus dan B. thuringiensis ?
b.
Apakah bakteri B. cereus dan B. thuringiensis mempunyai sifat resistensi
terhadap Hg dan Cr ?
1.3.
Tujuan
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas maka tujuan
diadakan praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
a. Mengatahui pengaruh
logam berat Hg dan Crom terhadap pertumbuhan dan
kemampuan hidup B. cereus dan B. thuringiensis.
b. Membuktikan apakah
bakteri B. cereus dan B. thuringiensis mempunyai sifat
resistensi terhadap Hg
dan Cr.
1.4.
Manfaat
Manfaat
dilakukan praktikum mengenai Sifat Resistensi dan Pertumbuhan Bacillus cereus dan Bacillus thuringiensis terhadap logam merkuri (Hg) dan Krom (Cr)
ini adalah untuk menguji apakah logam berat mempunyai pengaruh terhadap
pertumbuhan mikroba uji dan menguji apakah Bakteri
B. cereus dan B. thuringiensis
mempunyai kemampuan Bioremediasi terhadap Cu dan Hg.
.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Logam Berat
Logam
berat berfungsi sebagai antimikroba oleh karena dapat mempresipitasikan enzim -
enzim atau protein esensial dalam sel. Logam-logam berat yang umum dipakai
adalah Hg, Ag, As, Zr dan Cu. Daya antimikroba dari logam berat, dimana pada
konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikroba dinamakan daya oligodinamik.
Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit, merusak alat - alat yang
terbuat dari logam, dan harganya mahal (Dwidjoseputro, 2005).
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Hasil yang didapat setelah di lakukan praktikum pada
kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Tabel pengamatan Angka Lempeng Total setiap
kelompok.
Jam ke-
|
HgCl2
|
Nilai OD
|
09.30
13.00
16.00
09.00
|
1 ml
10 ml
1 ml
10 ml
1 ml
10 ml
1 ml
10 ml
|
0,456
0,408
0,181
0,408
0,155
0,278
1,175
0,028
|
4.2.
Pembahasan.
Viabilitas merupakan tingkat ketahanan dan kemampuan
hidup dari suatu organisme pada lingkungan yang baru (Sobariah, 2007). Bakteri
dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang terbagi
menjadi dua bagian, yaitu faktor abiotik meliputi kimia dan fisika serta faktor
biotik yang berhubungan dengan makhluk hidup lain. Faktor fisika mencakup suhu,
salinitas, tekanan osmotik, pengeringan, dan lain-lain. Sedangkan Faktor kimia
mencakup pH, ammonia, bahan anti mikroba dan nilai Optical Density (OD).
Nilai Optical Density mikroba B. cereus terhadap merkuri menggunakan 2 perlakuan yaitu dengan
konsentrasi 1 ml dan 10 ml, setelah dilakukan pengukuran terhadap nilai OD
selama waktu-waktu pengamatan terjadi perrubahan terhadap kadar HgCl2 dalam
medium pertcobaan yang dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Berdasarkan grafik diatas menunjukan
bahwa kadar HgCl2 yang berkonsentrasi 1 ml mengalami penurunan selama kurun
waktu 2 pengamatan yaitu pada pengamatan pukul 13.00 dan 16.00 tetapi kemudian
OD dalam media meningkat melebihi nilai 1 yang menunjukan bahwa viabilitas
selnya meningkat dan berpotensi resisten terhadap senyawa kimia HgCl2. Namun
untuk perlakuan kedua yaitu konsentrasi 10 ml didapatkan hasil nilai OD semakin
menurun selama kurun waktu pengamatan awal yaitu 09.30 nilai OD 0,408 pengamatan kedua yaitu pada waktu 13.00
masih mempunyai nilai OD 0,0408 kemudian menurun pada pengamatan pada jam 16.00
dengan nilai OD 0,278, dan terakhir pada pengamatan jam ke 09.00 nilai OD
semakin menurun yaitu sebesar 0,028 hal ini menunjukan bahwa bakteri B. Cereus dan B. thuringiensis ketika di papar senyawa kimia dengan konsentrasi
tinggi akan mengalami kematian dan terganggu viabilitasnya.
Menurut Effendi (2008), viabilitas
bakteri berhubungan erat dengan kondisi fisiologis sel bakteri seperti
keberadaan gen mer operon dan jumlah plasmid untuk resistensi merkuri,
ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan seperti sumber oksigen, karbon, atau
nitrogen untuk menunjang metabolisme, serta faktor lingkungan di luar bakteri
seperti pH, tekanan osmotik, serta keberadaan logam berat. Berdasarkan data
bioakumulasi dan viabilitas genera Bacillus,Resistensi
bakteri terhadap logam merkuri dapat melalui mekanisme biosorbsi dan
biakumulasi. Mekanisme biosorpsi merupakan proses pasif, sehingga logam tidak
meracuni sel bakteri. Sedangkan mekanisme bioakumulasi merupakan proses aktif
dimana logam berat dapat meracuni sel bakteri (Chojnacka, 2010). Menurut Iyer
et al (2005), mekanisme biosorbsi berhubungan dengan adanya eksopolisakarida
(EPS) pada dinding sel bakteri yang berfungsi sebagai pengkelat logam berat di
permukaan sel. Molekul kompleks pada dinding sel bakteri terdiri dari
peptidoglikan yang tersusun oleh molekul-molekul yang lebih sederhana antara
lain fosforil, karboksil, dan asam amino yang mempunyai muatan negatif, muatan
negatif akan berinteraksi dengan ion atau molekul yang bermuatan positif di
lingkungan luarnya sehingga berbentuk ikatan ligan. Ion logam bermuatan
positif, sehingga secara elektrostatik akan terikat pada permukaan sel (Langley
& Baveridge, 1999). Interaksi antara ion logam dan dinding sel bakteri Gram
positif terutama Bacillus sp.,
menunjukkan adanya peranan gugus karboksil pada peptidoglikan dan gugus
fosforil pada polimer sekunder asam teikoat dan teikuronat (Loyd, 2002).
Mekanisme bioakumulasi berhubungan
dengan adanya gen operon yang mengatur resistensi bakteri terhadap logam.
Bakteri resisten merkuri mempunyai gen mer operon untuk mekanisme resistensi
terhadap merkuri. Gen mer operon terdiri dari gen metaloregulator (merR), gen
transpor merkuri (merT, merP, merC), gen yang menyandi enzim merkuri reduktase
(merA) dan gen yang menyandi enzim organomerkuri liase (merB) (Brown et al.,
2002). Proses resistensi bakteri terhadap merkuri ion (Hg2+) melalui reaksi
ikatan ligan dan reaksi enzimatis yang dapat mereduksi Hg2+ menjadi Hg0
volatil, sehingga Hg2+ tidak akan meracuni sel bakteri (Nascimento &
Chartone-Souza, 2003)
Hasil percobaan menunjukan bahawa
mikroba B. cereus dan B. Thuringiensis mempunyai potensi sebagai
agensia bioremediasi pencemaran merkuri karena dapat tumbuh dalam kadar HgCl2 1
ml dan dapat melakukan akumulasi terhadap HgCl2.
\
BAB
V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Setelah dilakukan percobaan mengenai metode Sifat
Resistensi dan Pertumbuhan Bacillus cereus dan Bacillus thuringiensis
terhadap logam merkuri (Hg) dan Krom (Cr) ini maka didapatkan beberapa
kesimpulan yaitu :
a.
Mikroba B. cereus dan B. thuringiensis mempunyai kemampuan untuk
tumbuh dan viabilitasnya tinggi bila di papar dalam kadar yang masih dapat di
tolerir oleh sel dalam perlakuan 1 ml sehingga dapat bersifat resisten dan
dapat berfungsi sebagai bioakumulasi. viabilitas sel Mikroba B. cereus dan B. thuringiensis menurun bila diberikan perlakuan kadar HgCl yang
tinggi (10 ml) viabilitas sel akan semakin menurun dalam kurun waktu pengamatan
24 jam dari nilai semula 0,480 menjadi 0,028.
b.
Mikroba Mikroba B. cereus dan B. thuringiensis mempunyai potensi sebagai
agen bioremediasi pada perlakuan 1 ml HgCl2 mempunyai viabilitas yang awal
menurun kemudian akan semakin meningkat yang diduga mempunyai kemampuan
resisten terhadap senyawa kimia HgCl2
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya ialah agar dilakukan
uji menggunakan mikroba lain misalnya Pseudomonas, dan E. coli.
DAFTAR PUSTAKA
Abee, T.,
Groot, M.N., Tempelaars,
M., Zwietering, M.,
Moezelaar,
R., and
Voort, M.V. (2011). Germination
and outgrowth of
spores of Bacillus
cereus group members: Diversity and role of germinant
receptors. Food Microbiology, 28: 199 – 208.
Barkay,
T. The mercury cycle. 1992. Encyclopedia of Microbiology. Vol. 3 p. 65-74.
Brown,
N., Shih, Y., Leang, C., Glendinning, K., Hobman, J., Wilson,J. 2002.
Mercury
transport and resistance. International biometals Symposium
Chojnacka,
K. 2010. Biosorption and bioaccumulation, the prospects for
practical
applications. Environment International. 36: 299 - 307.
Cowan
dan Steel’s. 1973. Manual for Identification of Medical Bacteria. Second
Ed.
Cambridge Univ. Press.
Duc
LH, Hong HA, Barbosa TM, Henriques AO, Cutting SM. 2004.
Characterization
of Bacillus probiotics available for human use. J Appl Environ Microbiol 70(4):
2161–2171
Dwijoeseputro.
2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.
ffendi,
M. 2008. Faktor Lingkungan Mikroba- Agroindustri Produk Fermentasi.
Universitas
Brawijaya: Malang
Gill,
B.G., A. Roque and F.J. Turnbull. 2000. The use and selection of probiotic
bacteria
for use in the culture of larval aquatic organisms. Journal of aquaculture.
259-270
Hyronimus
B, Le Marrec C, Urdaci MC.1998. Coagulin, a bacteriocin-like
inhibitory
substance produced by Bacillus coagulans I4. J Appl Microbiol.
Inbaraj
et al., 2009 dalam Barkay 2003)
Iyer,
A., Mody, K. & Jha, B. 2005. Biosorption of heavy metals by a marine
bacterium.
Marine Pollution Bulletin. 50: 340 – 343
Kim,
J.B., Park, J.K., Kim, M.S., Hong, S.C., Park, J.H. and Hwan, D. (2011).
Genetic
diversity of emetic/toxin producing
Bacillus cereus Korean
strains. International Journal of Food Microbiology,
150: 66 - 72
Nevado,
J.B., Doimeadios, R.M., Bernardo, G., Moreno, J., Herculano, A.M.,
Nascimento
D. and
López, C. 2010 . Mercury in the
Tapajós River basin, Brazilian Amazon: A review. Environment
International, 36: 593 – 608.
Klein,
J., Saedler, H., and Huijser, P. (1996). A new family of DNA binding
proteins
includes putative transcriptional regulators of the Robinson-Beers, K., Pruitt,
R.E., and Gasser, C.S. (1992). Ovule development in wild-type Arabidopsis and
two female-sterile mu- Antirrhinum majus floral meristem identity gene
SQUAMOSA. Mol. Gen. Genet. 250, 7–16
Langley
S, Beveridge TJ. 1999. Effect of O-side-chain-lipopolysaccharide
chemistry
on metal binding. Appl Environ Microbiol 65:489-498.
Loyd
JR. 2002. Bioremediation of metals, the application of microorganisms that
make
and break minerals. Microbiol Today 29:67-69.Nascimento & Chartone-Souza,
2003
Novilia,
2008. Artikel Ilmiah Penelitian Mikroba. Gramedia
Oscariz
JC, Pisabarro AG (2000). Characterization and mechanism of action of
cerein
7, a bacteriocin produced by Bacillus cereus Bc7. J. Appl. Microbiol. 89:
361-369
Ouattara,
H.G., Reverchon, S., Niamke, S. and Nasser, W. (2011). Molecular
identification
and pectate lyase production by Bacillus strains involved in cocoa
fermentation. Food Microbiology, 28: 1 – 8.
Özdemir
S, Kilinc E, Poli A, Nicolaus B, Güven K (2009) Biosorption of Cd,
Cu,
Ni, Mn and Zn from aqueous solutions by thermophilic bacteria, Geobacillus
toebii subsp. decanicus and Geobacillus thermoleovorans subsp. stromboliensis:
equilibrium, kinetic and thermodynamic studies. Chem Eng J 152:195–206
Paik
HD, Bae SS, Park SH, Pan JG (1997). Identification and partial characterization
of tochicin, a bacteriocin produced by Bacillus thuringiensis subsp
tochigiensis. J. Ind. Microb. B. 19: 294-298
Palar,
Heryando. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta, Jakarta
Sobariah,
E. 2007. Viabilitas Bakteri Probiotik In Vitro dan Pengaruh Pemberian
Air
Beroksigen terhadap Viabilitas Bakteri Probiotik secara In Vivo. Tesis Pasca
Sarjana IPB-Bogor.
Srinath,
T., T. Verma, P.W. Ramteke and S.K. Garg .2002. : Chromium (VI) biososrption
and bioaccumulation by chromate resistant bacteria. Chemosphere, 48, 427-435.
Subanri,
2008. Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg) Terhadap Air Sungai
Menyuke
dan Gangguan Kesehatan pada Penambang Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa
Izin (Peti) di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Proposal
Tesis.
Tagg
JR, Dajani AS, Wannamaker LW 1976. Bacteriocins of Gram-positive
bacteria.
Bacteriology Reviews 40, 722-756.
Tirado
F, Carazo JM, Montano A (2006) Biclustering of gene expression data by
Non-smooth
Non-negative Matrix Factorization. BMC Bioin formatics 7: 78
Wongsa,
P. and P. Werukhamkul. 2007. Product Development and Technical
Service,
Biosolution International. Thailand : Bangkadi Industrial Park 134/4.
Comments
Post a Comment
Kalau ada yang mau ditanyakan atau didiskusikan silahkan tulis di kolom komentar.. salam...