Cerita hantu: Anak ayam jelmaan kuntilanak.


Halo sobat, apa kabar ?
tidak terasa sudah sangat lama saya tidak update postingan baru diblog ini, kali ini saya akan membuat postingan mengenai cerita mistik yang sudah dikirimkan oleh seorang pembaca blog saya. kepada mas Ahmad dari Lembang saya ucapkan terima kasih atas cerita hantunya ya..

buat teman-teman-teman yang sudah tidak sabar untuk membaca ceritanya silahkan dibaca ya.. selamat membaca...


Nama Saya Ahmad Hidayat Orang Lembang Yah Tepatnya Di Kp.Cikarembi Kec.Lembang Kab.Bandung Barat. Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya yang pernah saya alami. saya ketika itu sedang keluar rumah, pada saat itu kondisinya sudah malam, saya niatnya mau pergi kerumah teman. ketika diperjalanan saya tiba-tiba melihat anak ayam yang entah dari mana asalnya. lalu saya bertanya pada diri saya sendiri "lah Ko Tumben Banget Jam Segini Ada Anak Ayam ?" 

Awalnya saya teringat atas pesan orang tua saya yang mengingatkan bahwa jika ada anak ayam keluar dimalam hari itu sebenarnya bukan anak ayam melainkan ayam jelmaan kuntilanak. namun ketika itu saya masih mencoba untuk berpikir positif karena mungkin saja ada anak ayam yang lepas dari kandang atau tertinggal oleh induknya. Kemudian saya menghampiri anak ayam itu kemudian saya ambil dan saya bawa bersama saya.

Ketika diperjalanan, saya melihat pohon yang besar yang konon katanya merupakan tempat yang angker. jalan rumah teman saya memang mengharuskan saya untuk melewati jalan yang berisi pohon ini. keadaan semakin mencekam ketika saya mulai mendekati pohon besar tersebut, gelapnya malam dan suasana yang sepi kala itu masih belum membuat aku takut. aku semakin mendekat kearah pohon besar tersebut. niat hati ingin menurunkan anak ayam yang aku bawa sepanjang jalan tadi. namun betapa terkejutnya aku ketika aku menyadari bahwa anak ayam yang dari tadi aku pegang sudah tidak ada digengamanku. ketakutanku mulai timbul. kemudian aku melangkahkan kakiku, aku berpikir untuk menjauh dari pohon tersebut. jantungku yang tadinya tenang kini berdegub begitu kancang, bulu kuduk ku mulai berdiri.

Diperjalanan aku mencoba untuk menenangkan diri, aku melangkah dengan pelan untuk menyeimbangkan kembali ritme jantungku yang berdetak sangat kencang. namun tiba-tiba dari kejauhan aku mendengar suara tangisan, tangisan seorang wanita. ritme jantung yang tadinya sudah sedikit normal kembali berdetak kencang, bulu kuduk kembali merinding, suasana sepi dan gelap semakin mencekam, tidak ada perumahan warga satupun dijalan ini suara sunyi sepi hanya terdengar suara jangkrik dan suara burung yang semakin membuat suasana semakin mencekam. 

Rumah kosong, saya melihat rumah kosong yang berada disisi jalan. semakin saya mendekat semakin kuat suara tangisan tersebut. saya pelan-pelan berjalan untuk memastikan darimana, dimana dan siapakah yang menangis tersebut. setelah saya semakin dekat, mulailah terlihat sosok seorang wanita tengah menangis disamping batu yang berada tidak jauh dari rumah kosong tersebut. wanita itu terus menangis dengan posisi duduk dan wajah tertutup oleh rambut membuat aku semakin ketakutan ditambah lagi wanita itu memakai pakaian serba putih. saat itu aku masih berpikir positif siapa tau itu merupakan anak gadis yang tersesat atau tengah dalam masalah, kasian jika aku meninggalkannya sendiri.

Aku mencoba memberanikan diri untuk menyapa wanita tersebut. aku menyapa dengan jarak yang sangat jauh aku hanya ingin mendapatkan jarak aman bila ternyata wanita itu bukan manusia. kemudian dari jarak yang cukup jauh aku mencoba menyapa dengan keberanian yang masih tersisa
"Mbak... mbak ngak kenapa-napa kan mbak?"
"mbak Ngapain Di Sini Rumah Mbak D Mana.?"
 Tiba-tiba wanita itu menghentikan tangisnya, dengan perlahan-lahan iya menolehkan wajahnya kearahku. Ketika Dia Menoleh Kan Badannya Ke Arah ku, aku terkejut bukan main  Melihat Muka Nya Yang Hancur Penuh Darah Sontak aku langsung berlari melihat wajah yang sangat menyeramkan itu. aku berlari sekuat tenaga untuk menjauhi wanita tersebut. sambil berlari aku kemudian sesekali melihat kearah belakang aku takut bila hantu wanita yang ternyata kuntilanak itu mengejarku. Namun aku Tidak Melihat Kuntilanak Itu Lagi, kuntilanak itu telah hilang dari tempat ia menangis tadi.

akhirnya setelah aku berjalan cukup lama dengan pengalaman yang menakutkan itu aku sampai juga dirumah temanku, namun aku melihat ada anak ayam lagi didepan rumah temanku. aku mengambil anak ayam itu kembali. namun ketika aku datang kerumah temanku, temanku kaget bukan main

" lepaskan anak ayam itu"

"kamu Kenapa Kaya  Takut gitu Melihat Ayam?"  aku heran.
"mad Buang Cepat Anak Ayam Itu Kalo Engga Di Buang Kamu Akan Diikutin Kuntilanak" di Situ Sontan Saya Kaget Cuman Saya Ga Percaya. memang aku masih takut dengan kejadian yang aku alami tadi namun aku masih mencoba untuk berpikir positif, aku masih tidak percaya bahwa anak ayam ini yang membuat aku mengalami kejadian-kejadian aneh. setelah bercerita mengenai hal mistis yang aku alami dan merasa puas sudah berkunjung kepada temanku aku memutuskan untuk pulang kerumah, walaupun temanku memaksa aku untuk menginap tapi aku ingin pulang, aku tidak ingin membuat orang tua ku khawatir, aku pun berpikir tidak mungkin bahwa hantu tadi masih ada dan masih mau untuk menggodaku, aku memberanikan diri untuk pulang.


Diperjalanan pulang aku mencoba menahan takut, aku berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa, keringat dingin dan jantung yang rasanya ingin copot, ketika melewati rumah kosong dan pohon angker aku tidak bis amenahan rasa takut sesekali aku berlari dengan kencang. aku masih memegang anak ayam yang aku ketemukan tadi, aku hanya berpikir bahwa anak ayam ini bukan jelmaan, terbukti dengan anak ayam ini masih ada meskipun aku pegang selama kurang lebih 1 jam, anak ayam yang aku bawa pulang, aku berpikir bahwa anak ayam ini bisa aku pelihara dirumah. namun ketika aku sampai dirumah aku dikejutkan dengan pemandangan yang sangat menyeramkan kembali rumah Saya di Kelilingi Kuburan Dan Pohon Angker. 

Tiba-tiba aku kembali mendengar suara tangisan, aku tidak asing dengan tangisan ini, aku pernah mendengar tangisan ini perlahan tapi pasti dari kejauhan aku melihat sosok putih menghilang, kemudian muncul, menghilang, dan meucul lagi semain lama semakin mendekat, semakin terdengar kuat suara tangisan itu. aku kemudian sangat ketakutan, saking ketakutan aku berteriak dengan sangat kencang.



"maaaahhhhh,tollllooonggg Ada Hantuu.!!!" 

ditengah kepanikan aku kembali sedikit teringat pesan orang tuaku, ini mungkin akibat anak ayam yang aku pegang ini. sekuat tenaga aku buang anak ayam tadi kearah kuntilanak yang semakin mendekat kearahku. betul saja, kuntilanak yang mendekatiku telah hilang, hanya ada rumah yang sangat tidak asing didepan mataku. rumahku, aku dengan cepat untuk masuk kedalam rumah. keadaan rumah saat itu belum terkunci. ketika didalam rumah aku masih merasa sangat takut namun lama-kelamaan aku sudah merasa sedikit Merasa Lega Dan Akhirnya aku merasa aku Tak Di Ganggu Lagi Dan aku Pun Sudah Merasa Tenang.

Pesan Saya Jika Anda Menemukan Sesuatu Harap Berhati Hati Lah Bisa Jadi Itu Jelmaan Dari Makhluk Gaib Sekian Dari Saya. Ahmad-Lembang.

Bagaimana teman-teman ?
Ceritanya cukup seram ngak ?
mungkin ada dari teman-teman yang percaya atau ngak percaya yah... terserah karena itu merupakan hak pribadi, namun ini merupakan cerita yang memang dialami oleh mas ahmad, mas ahmad berani banget ya.. udah diganggu berapa kali juga pikirannya tetap positif hehehe.. pesan dari saya jika ada teman-teman yang punya cerita seperti mas ahmad diatas silahkan kirimkan ceritanya melalui email, cerita teman-teman akan saya publis di blog saya ini tapi ingat teman-teman.. ceritanya harus nyata ya, no hoax.. oke.. 
sekian dari saya, thanks udah baca, semoga menghibur

Note. Email = Hilyadibagayo@gmail.com (bila ingin mengirimkan cerita) ditunggu ya........


Cerita hantu: Anak ayam jelmaan kuntilanak. Cerita hantu: Anak ayam jelmaan kuntilanak. Reviewed by Hilyadi edstiv bagayo on Februari 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

dilarang berkomentar sara dan komentar promosi di blog ini jadilah pengunjung yang baik dengan berkomentar menurut tata krama per bloggeran hehe..